CINTA DAN KASIH
Untuk memenuhi salah satu tugas
Ilmu Budaya Sosial
CINTA KASIH
Disusun oleh :
Muhammad Baqir
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Pengertian cinta dan kasih
Menurut kamus
umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat
suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau
sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau
cinta kepada atau menaruh betas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih
hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta
kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang
disertai dengan menaruh betas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata
Cinta adalah
rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat
tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta
(kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat
diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan
menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat
jasmaniah.
3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu
cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur -
unsur dasar tertentu yaitu:
1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada
anaknya.
2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar
bedasarkan atas suka rela.
3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan
untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui
rahasia manusia.
cinta yang ideal memiliki 3 unsur,
yaitu:
1. Keterikatan, adalah perasaan untuk hanya bersama orang
yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
2. Keintiman, yaitu adanya kebiasaan – kebiasaan dan
tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan
formal diganti dengan sekedar nama panggilan.
3. Kemesraan, yaitu rasa ingin membelai atau dibelai,
rasa kangen apabila jauh atau lama tak bertemu, ucapan – ucapan yang menyatakan
sayang, saling mencium, merangkul dan sebagainya.
Bahkan di
agama islam ada salah satu ayat yang
membahas masalah cinta yaitu:
- Adz-Dzaariyat ayat 49
“Dan segala
sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran
Allah.” (Q.S. Adz-Dzaariyat: 49)
- An-Naba’ ayat 8
“Dan Kami
jadikan kamu berpasang-pasangan.” (Q.S. An-Naba’: 8)
- An-Najm ayat 45
“Dan
bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.” (Q.S.
An-Najm : 45)
- Ali Imran ayat 14
“Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS Ali Imran: 14)
- Ar-Rum ayat 21
“Dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
- An-Nur ayat 32
“Dan nikahkanlah
orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah)
dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika
mereka miskin, maka Allah Swt akan mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS An Nur : 32)
- An-Nisa ayat 1
“Hai
manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan
darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak
laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya
kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya
Allah swt. adalah pengawas atas kamu.” (QS An Nisa : 1)
B. macam macam cinta.
1. Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah
atau perbuatannya. Cinta persaudraan tidak mengenal adanya batas – batas
manusia berdasarkan SARA.
2. Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta
seorang ibu terhadap anaknya.
3. Cinta Erotis, kasih sayang yang bersumber dai cinta
erotis (birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan
cinta yang sesunguhnya. Namun, bila orang yang melakukan hubungan erotis tanpa
disadari rasa cinta, di dalamnya sama sekali tidak mungkin timbul rasa kasih
sayang.
4. Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dai diri sendiri.
CInta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat
mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
5. Cinta Terhadap Tuhan.
C. Kemasraan
Kemesraan berasal dari kata mesra
yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan
keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan
merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan,
keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan
berdasarkan umur, yaitu:
1. Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa
puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ
kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
2. Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan
suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan,
kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin
berkurang.
3. Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia
berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan –
jalan dan sebagainya.
D. Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang
berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam
perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan
dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada
Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan
manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan,
kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan
Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan
tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.
E. Hikmah Cinta
Hikmah cinta adalah sangat besar.
Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Tuhan sajalah yang
mampu merasakannya. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1. Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang
berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami
berbagai macam rintangan.
2. Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa
manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam
melestarikan kehidupan lingkungan.
3. Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama didalam
kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antar mereka.
4. Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat
yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kenikunan
bennasyarakat, mengasihi sesama mahluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman,
dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dari segala kasih
dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya.
MANUSIA DENGAN MASYARAKAT PEDESAAN
DAN PERKOTAAN
Perbedaan masyarakat pedesaan dan
masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan
dalam memecahkan suata permasalahan.
A. Masyarakat Perkotaan
Pada mulanya masyarakat kota
sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan
tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan
sebagai masyarakat pedesaannya.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada
masyarakat kota yaitu:
1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan
kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan
hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri
tanpa bergantung pada orang lain
3. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk
disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
4. Jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat
perkotaan.
5. Interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada
faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
B. Masyarakat pedesaan
Karakteristik umum masyarakat
pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup
bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi
dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan
masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan
serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak
berlaku.
Berikut ini ciri-ciri karakteristik
masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat
umum:
1. Sederhana
2. Mudah curiga
3. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
4. Mempunyai sifat kekeluargaan
5. Lugas atau berbicara apa adanya
6. Tertutup dalam hal keuangan mereka
7. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat
kota
8. Menghargai orang lain
9. Demokratis dan religius
10. Jika berjanji, akan selalu diingat
Sedangkan cara beadaptasi mereka
sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong
antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap
digunakan masyarakat pedesaan.
Berbeda dengan karakteristik
masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama
dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut
sebagai urban community.
Hal tersebutlah yang membedakan
antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak
orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan,
sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari
kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.
C. Perbedaan Desa dan Kota
Ada beberapa ciri yang dapat
dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan
melihat perbedaan-perbedaan yang ada mudah-mudahan akan dapat mengurangi
kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai
masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.
Ciri-ciri tersebut antara lain :
1. jumlah dan kepadatan penduduk
2. lingkungan hidup
3. mata pencaharian
4. corak kehidupan social
5. stratifikasi social
6. mobilitas social
7. pola interaksi social
8. solidaritas social
9. kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.
Lingkungan hidup di pedesaan sangat
jauh berbeda dengan di perkotaan. Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan
alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar diselimuti
berbagai jenis tumbuh¬tumbuhan dan berbagai satwa yang terdapat di sela-sela
pepohonan, di permukaan tanah, di rongga-rongga bawah tanah ataupun
berterbangan di udara bebas. Air yang menetes, merembes atau memancar dari
sumber¬sumbernya dan kemudian mengalir melalui anak-anak sungai mengairi
petak¬petak persawahan. Semua ini sangat berlainan dengan lingkungan perkotaan
yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal. Bangunan-bangunan menjulang
tinggi saling berdesak-desakan dan kadang-kadang berdampingan dan berhimpitan
dengan gubug-gubug liar dan pemukiman yang padat.
Udara yang seringkali terasa pengap,
karena tercemar asap buangan cerobong pabrik dan kendaraan bermotor.
Hiruk-pikuk, lalu lalang kendaraan ataupun manusia di sela-sela kebisingan yang
berasal dariberbagai sumber bunyi yang seolah-olah saling berebut keras satu
sama lain. Kota sudah terlalu banyak mengalami sentuhan teknologi, sehingga
penduduk kota yang merindukan alam kadang-kadang memasukkan sebagian alam ke
dalam rumahnya, baik yang berupa tumbuh-tumbuhan, bahkan mungkin hanya
gambarnya saja.
Perbedaan paling menonjol adalah
pada mata pencaharian. Kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi
primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama tergantung pada usaha
pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan dan termasuk juga
perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi
sekunder yang meliputi bidang industri, di samping sektor ekonomi tertier yaitu
bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolahalam untuk
memperoleh bahan-bahan mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang maupun
lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia.
Sedangkan kota mengolah bahan-bahan
mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau
mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera dikonsumsikan. Dalam
hal distribusi hasil produksi ini pun terdapat perbedaan antara desa dan kota.
Di desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas.
Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen. Sebaliknya di
kota sangat heterogen, karena di sana saling bertemu berbagai suku bangsa,
agama, kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan.
Beranekaragamnya corak kegiatan di
bidang ekonomi berakibat bahwa sistem pelapisan sosial (stratifikasi sosial)
kota jauh lebih kompleks daripada di desa. Misalnya saja mereka yang memiliki
keahlian khusus dan bidang kerjanya lebih banyak memerlukan pemikiran memiliki
kedudukan lebih tinggi dan upah lebih besar daripada mereka yang dalam sistem
kerja hanya mampu menggunakan tenaga kasarnya saja. Hal ini akan membawa akibat
bahwa perbedaan antara pihak kaya dan miskin semakin menyolok.
Mobilitas sosial di kota jauh lebih
besar daripada di desa. Di kota, seseorang memiliki kesempatan lebih besar
untuk mengalami mobilitas sosial, baik vertikal yaitu perpindahan kedudukan
yang lebih tinggi atau lebih rendah, maupun horisontal yaitu perpindahan ke
pekerjaan lain yang setingkat.
Pola-pola interaksi sosial pada
suatu masyarakat ditentukan oleh struktur sosial masyarakat yang bersangkutan.
Sedangkan struktur sosial sangat dipengaruhi oleh lembaga-lembaga sosial
(social institutions) yang ada pada masyarakat tersebut. Karena struktur sosial
dan lembaga-lembaga sosial yang ada di pedesaan sangat berbeda dengan di
perkotaan, maka pola interaksi sosial pada kedua masyarakat tersebut juga tidak
sama. Pada masyarakat pedesaan, yang sangat berperan dalam interaksi dan hubungan
sosial adalah motif-motif sosial.
Dalam interaksi sosial selalu
diusahakan agar supaya kesatuan sosial (social unity) tidak terganggu, konflik
atau pertentangan sosial sedapat mungkin dihindarkan jangan sampai terjadi.
Bahkan kalau terjadi konflik, diusahakan supaya konflik tersebut tidak terbuka
di hadapan umum. Bila terjadi pertentangan, diusahakan untuk dirukunkan, karena
memang prinsip kerukunan inilah yang menjiwai hubungan sosial pada masyarakat
pedesaan, karena masyarakat ini sangat mendambakan tercapainya keserasian
(harmoni) dalam kehidupan berinteraksi lebih dipengaruhi oleh motif ekonomi
daripada motif-motif sosial.
Di samping motif ekonomi, maka
motif-motif nasional lainnya misalnya saja politik, pendidikan, kadang-kadang
juga dalam hierarki sistem administrasi nasional, maka kota memiliki kedudukan
yang lebih tinggi daripada desa.
Komentar
Posting Komentar