INTERAKSI FISIK DALAM DUNIA GAME
INTERAKSI
FISIK PADA LINGKUNGAN GAME
Interaksi menurut Hormans adalah suatu
kejadian ketika aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain
diberi ganjaran (reward) atau hukuman (punishment) dengan menggunakan suatu
aktivitas atau sentimen oleh individu lain yang menjadi pasangannya..
Interaksi fisik ialah salah satu bentuk
interaksi yang terjadi jika ada dua orang atau lebih melakukan kontak dengan
menggunakan bahasa-bahasa tubuh. Contoh interaksi ini : posisi tubuh, ekspresi
wajah, gerak-gerik tubuh dan kontak mata.
Dalam lingkungan
game, interaksi fisik dapat dimaksud dengan menyerap pengertian diatas, yaitu
menjadi interaksi fisik ialah salah satu bentuk interaksi yang terjadi jika ada
dua objek atau lebih melakukan kontak. Kontak yang terjadi antara objek – objek
tersebut umumnya adalah collision atau tabrakan.
Collision Detection dibutuhkan untuk
memastikan tidak ada objek yang saling menembus.
Pada
dasarnya, objek baik 2 dimensi maupun 3 dimensi pada Teknologi Game dan
digital, secara umumnya objek – objek tersebut bukanlah objek yang memiliki
kemampuan fisik, atau secara lain objek tersebut hanyalah susunan dari titik,
garis, dan penampang yang terhubung satu sama lain, dan bisa dianggap bahwa
objek tersebut hanyalah sebatas bentuk, tanpa memiliki kemampuan.
Agar objek
– objek tersebut dapat mensimulasikan kemampuan fisik, objek – objek tersebut
harus diberikan pemahaman dengan menggunakan aljabar linear dan komputasi
geometri..
Komputasi
geometri tersebut digunakan untuk memberikan batas pada objek. Walaupun objek
tersebut terlihat sudah memiliki penampang, sebenarnya penampang tersebut
bukanlah batasan dari sisi terluar objek tersebut. Oleh karena itu, komputasi
geometri dibuat dengan parameter bentuk dan volume dari objek tersebut.
Umumnya, bentuk batasan ini disebut bounding box ( batas kotak ).
Aljabar linear digunakan untuk
memberitahukan bahwa, ketika batas tersebut terletak pada koordinat yang sama
atau berpotongan dengan batas objek lain, maka objek – objek tersebut
mensimulasikan tabrakan.
Pada awalnya,
penggunaan algoritma untuk pendeteksian tabrakan ini bekerja dengan cara mudah,
yaitu dengan cara mengecek apakah penampang dari batas objek A dengan penampang
dari batas objek B akan saling berpotongan. Tentu saja hal tersebut akan
bekerja. Tapi, bayangkan apabila objek yang digunakan sangat banyak. Setiap
penampang dari batas objek A = [a1, a2, …, an] akan melakukan pengecekan sampai
ke penampang dari batas objek N = [n1, n2, …, nn]. Mungkin algoritma ini akan
bekerja dengan baik apabila hanya terdapat 2 objek dalam lingkungan tersebut.
Dalam
perkembangan pendeteksian tabrakan, konfigurasi kemampuan fisik dari satu
pergerakan ke pergerakan selanjutnya hanya berubah sedikit. Banyak objek –
objek yang tidak bergerak sama sekali. Algoritma telah di desain sehingga
perhitungan telah selesai untuk menentukan bahwa pergerakan terdahulu dapat
digunakan kembali untuk pergerakan di masa kini, yang menghasilkan perhitungan
selesai dengan lebih cepat.
Perkembangan
tersebut tujuan nya hanya untuk mencari dan menentukan pasangan – pasangan dari
objek – objek yang mungkin berpotongan. Pasangan – pasangan tersebut akan
menganalisis pergerakan kedepannya.
Logikanya
adalah setiap kotak direpresentasikan dengan tiga bentuk interval ( misalkan,
sebuah kotak akan direpresentasikan dengan I1 x I2 x I3 = [a1, b1] x [a2, b2] x
[a3, b3] ). Jika terdapat 2 kotak ( dengan bounding box nya masing – masing )
I1 x I2 x I3 dan J1 x J2 x J3 akan berpotongan jika, dan hanya jika, I1
berpotongan dengan J1, dan seterusnya. Maka, pada pergerakan tersebut dan untuk
ke pergerakan selanjutnya, Ik dan Jk berpotongan, sehingga hal tersebut akan
sama untuk pergerakan lainnya. Sebaliknya, jika mereka tidak berpotongan pada
pergerakan sebelumnya, maka pergerakan mereka tidak akan berpotongan..
Sehingga
untuk mengurangi masalah tersebut, dibuatkan tiga daftar interval ( satu untuk
setiap sumbu, X,Y, dan Z). Maka dari itu didapat matriks n x n, M = (mij)
dengan isi nol dan satu: mij adalah 1 jika interval i dan j berpotongan, dan 0
jika mereka tidak berpotongan.
DAMPAK
EFEK FISIK YANG TERJADI PADA MANUSIA
Efek positif
dalam game :
Setiap
game memiliki tingkat kesulitan/Level yang berbeda. Umumnya permainan ini
dilengkapi
pernak-pernik
senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk
menyelesaikan
level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi.
Permainan
game online akan melatih pemainnya untuk dapat memenangkan permainan
Meningkatkan
konsentrasi.
Kemampuan
konsentrasi pemain game online akan meningkat karena
mereka
harus menyelesaikan beberapa tugas, mecari celah yang mungkin bisa
dilewati
dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah game maka
semakin
diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.
Meningkatkan
koordinasi tangan dan mata.
Penelitian
yang dilakukan di Manchester University
dan
Central Lanchashire University menyatakan bahwa orang yang bermain game 18
jam
seminggu atau sekita dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi
antara
mata dan tangan
Meningkatkankemampuan
membaca.
Psikolog
dari Finland Univesity menyatakan bahwa game
meningkatkan
kemampuan membaca pada anak-anak. Jadi pendapat yang menyatakan
bahwa
jenis permainan ini menurunkan tingkat minat baca anak sangat tidak
beralasan.
Meningkatkan
kemampuan berbahasa inggris
Sebuah
studi menemukan bahwa gamers mempunyai skil
berbahasa
inggris yang lebih baik meskipun tidak mengambil kursus pada masa
sekolah
maupun kuliah. Ini karena banyak alur cerita yang diceritakan dalam
bahasa
inggris dan kadang kala mereka chat dengan pemain lain dari berbagai
negara.
·
Meningkatkan
pengetahuan tentang komputer.
Untuk
dapat menikmati permainan dengan nyaman
dan
kualitas gambar yang prima seorang peman game online akan berusaha mencari
informasi
tentang spesifikasi komputer dan koneksi internet yang dapat
digunakan
untuk memainkan game tersebut. Karena pengguna komputer aktif
biasanya
mereka juga akan belajar troubleshooting komputer dan overclocking.
Meningkatkan
kemampuan mengetik.
Kemampuan
mengetik sudah pasti meningkat karena mereka
menggunakan
keyboard dan mouse untuk mengendalikan permainan.
Efek negatif dalam game :
Kecanduan
Seperti
yang disebutkan pada awal tulisan ini, kebahagiaan dan kesenangan yang dirasakan
para gamer
pada saat memainkan game, akan membuat orang tersebut ‘merindukan’
suasana
hati yang mereka rasakan selama bermain game, sehingga mereka akan
cenderung
kembali bermain dan bermain lagi untuk mencari sensasi yang mereka
rasakan
tersebut. Untuk mencegah hal ini, adalah dengan membatasi waktu bermain
game.
Misalnya, 2 atau 3x dalam satu minggu dengan jangka waktu 1-2 jam.
Membatasi
Hubungan Sosial
Pada
dampak positif bermain game telah dijelaskan bahwa bermain game dapat
meningkatkan hubungan
sosial
secara online dengan para gamer diseluruh dunia. Sebaliknya dalam hal
ini justru
akan membatasi hubungan sosial di kehidupan nyata mereka. Banyak
sekali
para pecandu game memiliki sedikit waktu untuk membina hubungan sosial
di
kehidupan nyata mereka sehingga kemampuan berkomunikasi dan interaksi secara fisik
dan oral menjadi tidak terasah.
Mengganggu
Kesehatan
Bukankah
dalam poin sebelumnya disebutkan bahwa bermain game dapat menyehatkan
karena
banyak game yang harus melibatkan aktivitas fisik.
Hal itu
memang benar, aktivitas dan gerakan fisik dapat menyehatkan tubuh. Akan tetapi
dengan
bermain
game yang terlalu intensif dapat mengganggu kesehatan mata, karena bagaimana
pun juga
permainan video game memerlukan kontak langsung antara mata dan layar
monitor /
TV yang dapat menyebabkan kerusakan pada mata atau menurunnya daya
lihat
untuk efek kedepannya.


Komentar
Posting Komentar