VC8 Pretest : Backup & Recovery Data

Mengapa backup juga perlu diterapkan dalam basis data?

Karena ketika ada masalah dengan data atau aplikasi yang di buat data tidak hilang serta sebgai antisipali hacker

Bagaimana  Recovery data dilaksanakan?
Cara Kerja
Sebelum ke cara kerja software recovery, ada baiknya kalau di bahas dulu mengenai penghapusan data.
Ketika pengguna komputer menghapus data lamanya dengan menekan Shift+del, maka data tidak dipindah ke recycle bin, namun langsung di hapus begitu saja. Data akan di pindah ke recycle bin apabila pengguna menhapus data dengan menekan tombol ‘del’ saja.
Selama ini kebanyakan pengguna komputer hanya mengetahui ketika di hapus, tentu saja datanya lenyap, tak tampak. Karena memang bila dilihat melalui interface Windows, data itu tidak ada. Lha...Tapi mengapa software recovery bisa menemukan data yang lenyap itu?
Oke...Berarti apa makna di hapus yang sebenarnya? apa yang dilakukan oleh Windows? Benarkah data itu lenyap? Apakah benar Kimia itu sulit?(Lho??)
Sebenarnya Windows tidak benar-benar menghapus data seperti ketika kita menhapus isi papan tulis. Yang dilakukann windows hanyalah menghapus index file tersebut dari harddisk. Index itulah yang berisi informasi letak suatu file di harddisk.
Index berfungsi untuk memetakan letak file dalam harddisk. Coba bayangkan tanpa sebuah index, OS akan sangat kesulitan bekerja. Misalnya OS membutuhkan sebuah file, tanpa sebuah index OS tidak akan tahu lokasi sektor dari file tersebut, mengingat ada jutaan sektor dan ribuan data di sebuah harddisk, dan semua data itu hanya berbentuk 0 dan 1. Dengan index, OS bisa mengenali file-file yang ada di harddisk sekaligus mengaksesnya dengan cepat.
Oke...kembali ke penghapusan data. Bila index file sudah di hapus, maka OS akan menganggap file tersebut tidak ada, itulah yang pengguna komputer anggap sebagai dihapus Meski pada kenyataannya isi file tersebut masih utuh di harddisk. Itulah sebabnya proses menghapus data bisa lebih cepat daripada menulis data, meski dengan ukuran file yang sama.
Data yang indexnya sudah di hapus tentu saja bisa di timpa oleh data lain. Karena OS menganggap data itu tidak ada. Misalnya ada sebuah data yang terletak di sektor 2345 sampai dengan 56789. Kemudian pengguna menghapus data tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, OS hanya menghapus index data, data asli yang terletak di sektor 2345 sampai dengan 56789 tidak diapa-apakan. Dengan di hapusnya index, maka sektor 2345 s.d 56789 dianggap kosong oleh OS. Karena itu jika ada file baru yang akan di tempatkan di harddisk, OS bisa saja menaruh file tersebut di sektor antara 2345 s.d 56789 kendati sektor tersebut sebenarnya ada datanya. Bila sudah di timpa maka data yang tadi dihapus tersebut tidak akan bisa di baca lagi untuk selamanya, dengan cara apapun.
Masing-masing software recovery mempunyai metode yang berbeda untuk membaca dan mengembalikan file yang terhapus. Namun prinsip kerjanya semuanya sama, yaitu dengan mengandalkan proses penghapusan data OS yang hanya menghapus index data. Dengan menscan isi harddisk, software recovery bisa mengenali file yang indexnya sudah tidak ada. File itulah yang mereka anggap sebagai data yang telah terhapus. File itu bisa di periksa apakah ada bagian filenya yang sudah ditimpa data lain, bila ada maka ucapkan selamat tinggal pada file tersebut, bila tidak file bisa di recover.
Memang semua sofware recovery mensyaratkan supaya file bisa kembali dengan selamat, file tersebut harus belum di timpa oleh data lain. Tidak ada software recovery yang sedemikian sakti, yang bisa mengembalikan data harddisk meski suda di timpa puluhan kali. Jadi bila suatu saat terjadi kehilangan data, jangan lakukan aktifitas yang memungkinkan adanya penulisan data. Kalau perlu jangan menyalakan komputer dulu sebelum siap mental untuk merecovery. Dengan begitu tingkat kemungkinan data bisa kembali utuh semakin besar. Untuk lokasi tujuan file yang di recovery sebaiknya letaknya di drive yang berbeda dengan data yang dihapus. Supaya memperkecil kemungkinan data yang sedang di recovery tertimpa oleh data hasil recovery, kalau itu terjadi ya sama saja bohong, data rusak oleh datanya sendiri.
Bicara soal software recovery mana yang paling baik, terus terang saya belum bisa menjawabnya. Karena saya jarang melakukan recovery data, jadi praktis saya jarang membandingkan kinerja antar software recovery. Selain itu jumlah software itu sangat banyak di pasaran, ada yang gratis, ada yang sangat mahal, ada yang interface dan featurenya sederhana, ada pula yang featurenya lengkap. Untuk memilihnya mungkin Sholat Istikharoh, Do’a, dan sedikit bantuan dari paman Google akan sangat membantu. Namun bila data yang hilang skalanya besar, seperti mencakup hampir seluruh harddisk. Maka solusi terbaik adalah memanfaatkan jasa recovery data, mereka akan dapat memperbesar kemungkinan data bisa selamat. Karena tentunya software recovery yang mereka gunakan sebanding dengan harga jasanya. Juga biasanya orang-orang mereka lebih terlatih daripada pengguna komputer rumahan.

Komentar

Postingan Populer